Perkuat Tata Kelola dan Ekspansi Akademik, PNM Gelar Workshop Penyusunan Naskah Akademik dan Studi Kelayakan Pemekaran Jurusan

MADIUN – Politeknik Negeri Madiun (PNM) terus melakukan langkah strategis dalam upaya pengembangan institusi dan peningkatan mutu pendidikan vokasi. Sebagai wujud komitmen tersebut, PNM menyelenggarakan Workshop Penyusunan Naskah Akademik dan Studi Kelayakan Pemekaran Jurusan yang bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Pusat Kampus 1 PNM, pada Senin, 8 Desember 2025.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri yang dinamis, serta arah kebijakan pendidikan vokasi nasional. Workshop ini dihadiri oleh 41 peserta yang terdiri dari unsur Pimpinan, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, tim PPMPP, serta Gugus Penjaminan Mutu.

Penanggung Jawab Kegiatan, Mohammad Erik Echsony, S.ST., M.T., menyatakan bahwa pemekaran jurusan bukan hanya soal penambahan unit, melainkan upaya memperkuat tata kelola dan kualitas akademik.

“Kegiatan ini berfokus pada penyusunan dokumen vital yaitu Naskah Akademik dan Studi Kelayakan. Dokumen ini harus memuat analisis mendalam mengenai kebutuhan industri, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, hingga kurikulum yang selaras dengan standar Kemendikbudristek,” ujarnya.

Pelaksanaan workshop ini juga merujuk pada berbagai dasar hukum yang kuat, termasuk UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Ketua Panitia, Yuli Prasetyo, S.T., M.T., memimpin jalannya diskusi terstruktur di mana para peserta melakukan pendalaman regulasi dan identifikasi kebutuhan riil di lapangan.

Beberapa output strategis yang dihasilkan dari kegiatan ini antara lain:

  1. Draft Naskah Akademik: Dokumen terstruktur yang memuat urgensi dan arah pengembangan jurusan.
  2. Draft Studi Kelayakan: Analisis komprehensif mencakup aspek akademik, SDM, sarana prasarana, dan pembiayaan.
  3. Peta Jalan (Roadmap): Rencana tindak lanjut penyempurnaan dokumen hingga pengajuan resmi.

PPMPP PNM memastikan bahwa hasil dari workshop ini tidak berhenti pada dokumen saja. Telah dirumuskan rencana peningkatan di masa mendatang (Rencana Tindak Lanjut) untuk mendukung operasional jurusan baru nantinya. Rencana tersebut meliputi penguatan kapasitas SDM melalui sertifikasi dan magang, pengembangan infrastruktur laboratorium dan Teaching Factory (TEFA), serta penyelarasan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) bersama mitra industri.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Politeknik Negeri Madiun berharap proses pemekaran jurusan dapat berjalan terencana, terukur, dan sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) PNM 2025–2029, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja.