Kejar Predikat Unggul, Politeknik Negeri Madiun Gelar Workshop Peningkatan Mutu Akreditasi LAM Teknik

Politeknik Negeri Madiun (PNM) melakukan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dengan menyelenggarakan kegiatan “Workshop Peningkatan Mutu Akreditasi: Pemahaman Instrumen Baru dan Tata Cara Asesmen LAM Teknik”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 16 hingga 17 Desember 2025, bertempat di Ruang RKB Gedung C, Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun. Acara ini diinisiasi oleh Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (PPMPP) PNM sebagai respon terhadap dinamika regulasi akreditasi nasional, khususnya instrumen terbaru yang ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik).

Kepala PPMPP sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Yuli Prasetyo, S.T., M.T., menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada program studi di rumpun teknik mengenai indikator penilaian LAM Teknik.

“Kegiatan ini merupakan upaya strategis institusi. Kami tidak hanya berfokus pada pemenuhan administrasi semata, tetapi mendorong terbentuknya budaya mutu berkelanjutan. Harapannya, seluruh tim penyusun dokumen mampu menyusun Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) yang berkualitas, berbasis bukti sahih, dan sesuai dengan standar terbaru,” ujar Yuli Prasetyo.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. Muhammad Taali, S.E., M.M. sebagai Direktur Politeknik Negeri Madiun dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan, termasuk Wakil Direktur I Mohammad Erik Echsony, S.ST., M.T. selaku penanggung jawab kegiatan, Wakil Direktur II, dan Wakil Direktur III.

Sebanyak 35 peserta hadir dalam workshop ini, yang terdiri dari unsur pimpinan jurusan, Koordinator Program Studi (KPS), Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta tim task force akreditasi dari berbagai prodi, antara lain:

  • D4 Teknologi Rekayasa Elektronika
  • D4 Teknologi Rekayasa Otomasi
  • D4 Teknologi Rekayasa Otomotif
  • D4 Perkeretaapian

Melalui kegiatan ini, dilakukan pemetaan kinerja (evaluasi diri) untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan (SWOT) masing-masing prodi. Hal ini penting untuk memastikan kesiapan menghadapi asesmen lapangan nantinya.

Selain bedah instrumen, workshop ini juga menjadi ajang penguatan koordinasi antara unit akademik, keuangan, dan bagian umum dalam penyediaan data dukung akreditasi.

Mohammad Erik Echsony, S.ST., M.T., menekankan bahwa hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesiapan dan kepercayaan diri program studi. “Target kita jelas, yakni mengantarkan program studi di lingkungan PNM menuju pencapaian peringkat akreditasi Unggul, serta meningkatkan reputasi akademik PNM di tingkat nasional,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, PPMPP PNM berencana mengembangkan digitalisasi dokumen akreditasi yang terintegrasi serta rutin melakukan simulasi audit internal guna memastikan kualitas mutu pendidikan di Politeknik Negeri Madiun terus terjaga.