Tindak Lanjuti Hasil Audit, Pimpinan PNM Gelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM): Wujudkan Komitmen Perbaikan Berkelanjutan

Sebagai puncak dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Politeknik Negeri Madiun (PNM) melalui Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (PPMPP) menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Pembahasan Hasil Audit Mutu Internal (AMI). Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Selasa, 09 Desember 2025, bertempat di Ruang Kuliah Bersama Lantai 2 Gedung C, Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun.

RTM ini merupakan forum resmi pimpinan tertinggi institusi untuk mengevaluasi kinerja sistem manajemen mutu berdasarkan hasil audit yang telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan ini dihadiri oleh 41 peserta yang merupakan forum pimpinan PNM, meliputi Direktur, para Wakil Direktur, Ketua P3M, Ketua PPMPP, para Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, serta perwakilan unit terkait.

Penanggung Jawab Kegiatan, Mohammad Erik Echsony, S.ST., M.T., menjelaskan bahwa RTM adalah langkah krusial dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). “RTM bertujuan memastikan seluruh temuan audit, ketidaksesuaian, maupun peluang peningkatan yang ditemukan saat AMI ditinjau secara menyeluruh. Di forum inilah arah kebijakan perbaikan mutu di tingkat institusi diputuskan,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan amanat Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, di mana pengendalian dan peningkatan standar harus didasarkan pada evaluasi yang objektif.

Dalam forum yang dipimpin oleh Ketua Panitia, Yuli Prasetyo, S.T., M.T., pembahasan difokuskan pada:

  1. Evaluasi Efektivitas SPMI: Meninjau ketercapaian indikator kinerja dan penerapan standar di setiap unit.
  2. Penetapan Rencana Tindak Lanjut (RTL): Menyusun langkah perbaikan yang terukur, terjadwal, dan memiliki penanggung jawab yang jelas untuk setiap temuan audit.
  3. Mitigasi Risiko: Memastikan setiap unit telah menerapkan langkah antisipasi terhadap risiko utama institusi.

Hasil dari RTM ini melahirkan sejumlah keputusan strategis. Pimpinan PNM berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan implementasi SPMI di seluruh unit, peninjauan ulang standar mutu agar relevan dengan kebutuhan industri, serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran.

Selain itu, dokumen hasil RTM ini menjadi landasan kuat bagi PNM dalam mempersiapkan diri menghadapi audit eksternal, baik dari BAN-PT, LAM Teknik, maupun lembaga akreditasi lainnya. Dengan terlaksananya RTM ini, Politeknik Negeri Madiun menegaskan komitmennya untuk terus memelihara budaya mutu yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi berdampak nyata pada kualitas lulusan dan layanan pendidikan.